true story dan bukan cerpen.
Friday, December 30, 2011, ϟ 0 shout(s)

           suatu malam, ketika aku dan kedua orang tua ku pulang dari rumah saudara, ketika mobil sudah mendekati gang rumah kami, tidak ada tanda2 mobil akan berbelok. setelah kurang lebih 200m, bapak bilang "Eh gangnya yg mana? Kelewatan ya? Kebablasan jauh ya?"
           HAH? gimana bisa lupa gang rumah padahal hampir setengah abad tinggal disana?
           "Aku sekarang sering kaya gitu kalo malem. penglihatan sering kabur. kebablasan kaya gini sih hampir tiap hari" kata bapak.
           ada yg jatuh dipipiku.

sebegitu jauhnyakah aku dengan beliau sampai aku nggak tau hal itu? sebegitu acuhnyakah aku dengan umurnya yang tidak lagi muda? sebegitu nggak pedulinyakah aku dengan warna rambut yang berubah warna?
sejak saat itu aku punya keteguhan jadi anak patuh. muluk kah? lalu aku bisa apa lagi saat ini selain itu? aku tidak peduli dg keterlambatan ini. yang aku tau, aku masih punya kesempatan. TITIK !
aku tau dia selalu membela aku dibelakangku. memberikan jembatan ketika ibu kelihatan muak dengan sikapku yang baginya salah. menghangatkan aku ketika ibu terus memuntahkan emosinya kepadaku. aku tau dia berhati lembut. tapi dia laki-laki yang harus mempunyai ketegasan. dan dia seorang ayah yang harus mempunyai wibawa. seperti itulah laki-laki semestinya :)


 I LOVE YOU DADDY :)

meski aku tau aku sering marah sama dia, tapi aku juga sangat menyayanginya :') kenapa aku tidak pernah mencoba menunjukan rasa sayangku? justru sebaliknya, saat aku marah, aku berusaha membuat mereka tau aku marah. BODOH..


this is my lovely family :)

Labels:


new past