Cerita Bodoh
Thursday, July 19, 2012, ϟ 0 shout(s)

halo pembaca yang kurang kerjaan ._. ini cerita, adalah salah satu bagian hidupku yang tidak tersalurkan. dulu aku cita2nya mau jadi penulis tapi karna nggak pinter nulis jadi ya gitu.. ini ceritanya biasa aja -.- dan diksinya juga ga ada yang WOW. serba flat. ngebosenin. beda sama orangnya ya always shining B) #salahfokus.. oke kita mulai.

pagi ini, aku berjalan pelan2 menyusuri lorong2 panjang . ada kamu, berjalan beriringan dengan aku. sambil meraba bayanganmu mencoba menemukan hal tentang kamu disana. kosng. hanya teduh saja yang aku temukan. nyaman. hingga aku berjalan jauh sekali. dan ketika aku mencoba mendengar deru langkahmu, aku sadar kau tidak disana dan aku tidak di lorong. kini aku tertatih menyusuri rimba gelap. sesekali aku temukan celah sinar matahari yang masuk lewat sela-sela dedaunan lebat. mencba mencari kehangatan , berharap akan sama seperti berada di dekatmu. tapi tidak. malam kemudian datang dan aku meringkuk kedinginan disana. aku tertidur.
kemudian aku terbangun. aku temukan diriku meringkuk di sebuah kursi panjang di lorong itu. lorong itu lagi. sayup2 , apa itu? aku bangkit dan kutemukan kau lagi. duduk di kursi yang sama, di seberangku. aku lihat kau menyalakan korek api dan membakar gulungan kertas. kau hisap. matamu jauh menerawang entah apa. aku lalu bangkit berjalan mendekatimu. namun kau lebih dulu. kau bangkit dan berlari memelukku. kemudian hujan deras sekali. kau mencba berbicara , jiran gulungan kertas itu mati tersiram hujan. aku tak bisa mendengarmu. kau berteriak dan kau tetap masih kalah oleh hujan. aku menangis. keras sekali. beruntung kau tidak melihat air mataku yang segera disapu hujan. kita basah sekali. dan hujan berhenti. aku pikir kalimatmu sudah selesai. dan kau berlari meninggalkan aku. aku mengejar dan kau menuju gurun. aku menangis dan air mataku segera diuapkan matahari yang kini mengeringkan aku. aku sudah tidak melihatmu. aku berjalan sendiri di gurun. berharap menemukan oase. aku butuh minum. bukan. aku butuh menemukanmu. dan malam datang. aku tertidur dan berharap aku akan terbangun dilorong dan menyaksikanmu menghisap tembakau lagi.

aku belum bangun.. ini cuma mimpi dan aku tak bisa keluar dari sini. aku membawa koper. dan koper ini besar sekali. bandara ini terlalu besar dan hiruk pikuk . aku pusing. ini asing.
tapi
kamu. ada kau disana. juga dengan koper sama besar dengan aku. atau mugkin lebih besar. dan aku  yang sudah berada di ujung antrean ini berusaha menyeruak keluar. aku ingin tau tempat tujuanmu. aku ingin bertriak. namun aku tak tau siapa kau. dan, kau menatap aku sangat tenang. dan aku menghentikan ambisi liarku. aku diam. berusaha tau. aku pikir kau juga menginginkan aku diam. karena kemudian kau tersenyum tipis. petugas bandara siap menarik tiketku. aku genggam ia lebih kencang hingga lusuh. tapi aku lihat kau menyerahkan tiket itu juga pada petugas yang disana. dan kau masuk kapal terbangmu, berlalu, tanpa menoleh lagi. dengan tanpa asa aku serahkan juga tiket itu. masa bodohlah aku mau kemana. sudah banyak tersesat aku alami. aku masuk. langkahku gontai. aku ingin menangis. dan berharap hujan mengguyurku lagi. terkabul. gerimis. aku menari di tengah hujan. tertawa2 menertawakan semuanya. terbahak-bahak. semuanya. bodoh.aku ingin menangkap hujan yang memelukku deras dengan kecup rintik yang tak kunjung tuntas. aku bahkan sempat menyumpahi pelangi yang berusaha menghiburku. dan . 
seseorang memelukku dari belakang.

kini aku membuka mataku dan ku temukan kau sedang membaca sebuah situs, dengan judul CERITA BODOH

Labels:


new past