Ini Cerita Kami
Thursday, November 1, 2012, ϟ 0 shout(s)

yang kepo, silahkan disimak :)

ini adalah cerita saya dengan seorang teman laki-laki saya. semula berawal dari cinta monyet kami ketika duduk dibangku sekolah menengah pertama sampai sekarang kami duduk di bangku sekolah menengah atas.
seorang teman laki-laki yang tidak terlalu ganteng plus menyebalkan. entah kenapa saat itu saya sering sebel sama dia.

dan awal kedekatan kami bermula ketika kami mengikuti suatu program pertukaran plajar. dan saya sangat ingat ketika perjalanan pulang ke Jogja, kami kan kawanan kami duduk berhadap-hadapan di kereta Jakarta-Jogja. dan itu adalah pembicaraan gaul karena kita mendapatkan vocab baru dari housemate kami berupa kata "lebay" -_- . kami bertukar cerita tentang cerita horor yang sebenernya nggak serem-serem amat dan cerita lain yang membuat malam kami menjadi panjang. dan lalu kami membuat taruhan kecil, yakni siapa yang paling nggak bisa menahan kantuk, dia wajib mentraktir dikantin sekolah. dan.. si teman laki-laki saya ini yang kalah :p

semenjak itu saya dekat dengan dia. meskipun saya juga akhirnya dekat dengan teman-teman SE (student exchange) yang lain, ya jujur saja saya paling dekat dengan dia. tapi jujur saja (lagi) dia itu menyebalkan sekali -____-

dan kedekatan kami sepertinya bukan lagi disebut sahabat, karena pada tanggal (sekitar tanggal 30 oktber 2008) dia menyatakan bahwa dia menyukai saya dan menanyai kesanggupan saya untuk menjadi pacarnya. dan, oke ini cupu, karena dia menyatakan ini dengan SMS -.-" tapi ya jaman-jaman itu, di sms aja bisa gemeteran ~

dan pada tanggal 1 november 2008 (4 th yg lalu) saya nerima dia dan kita jadian .__.
kisah kasih SMP yang sangat sangat mainstream. kalian tau kapan kita pacarannya? waktu dia nungguin saya nunggu jemputan dan disitu ada satpam -_- kurang mainstream apa coba?
ya tlong dimaklumi yah, saya baru pertama itu pacaran jadi belum tau bagaimana memperlakukan pacar dengan baik ._. saya pemalu sekali -_- saya takut ketemuan berdua. saya malu diliatin temen-temen kalo lagi ngobrol berdua sama dia. saya pengen deket dia tapi saya malu sama dia, malu sama rang-orang. kayaknya saya belum siap pacaran tapi saya memaksakan diri demi biar bisa deket sama saya.
dan kalian tau apa yang bikin saya gerah sama dia? -_- dia itu deket sama banyak cewek ! kurang nyebelin apa cobak? saya baru itu ngerasain cemburu. ditambah lagi yang dicemburuin malah tingkahnya kaya ayam dilepas di kebon. ya itu saya ngerasain nggerus yang teramat dalam kemudian saya tidak tahan dan memutuskannyah -______-" dan kalian tau alasan apa yang saya gunakan? "Saya mau fkus belajar, nggak mau pacaran dulu" . tapi setelah itu saya malah jadian sama teman kelas saya yang lain -___________-" itu bodoh sekali

setelah itu kami tidak pernah saling kntak lagi. tapi (katanya) sih dia masih ngarep sama saya ._. padahal dia udah mbribik cewek sana-sini. saya tau hlooo .____. dan saya kontk lagi waktu saya cinlok sama cowok dan kita harus LDR dan lagi-lagi saya pengennya curhat sama dia. akhirnya deket lagi dan curhat-curhatan lagi sebagi 'teman' sahabat lah. duh-duh klasik banget yah ~

dan lagi-lagi status sahabat ini meluruh ketika suatu ketika saya dengan pacar saya semasa itu mengalami sebuah kehampaan hubungan yang teramat sangat. begitupun dengan dia yang sedang didera bahwa (sepertinya) ceweknya selingkuh sama temennya sendiri. dari jangka waktu yang panjang saya nggak kontak sama dia, suatu malam yang entah kena angin apa, saya menggalaukan dia sambil memandangi fotonya di komputer (padahal fotonya cuma 1 dan itu diambil dari belakang a.k.a nggak keliatan mukanya) terus ada sms dari dia. wow ikatan batin ? entahlah. tapi saya seneng banget ._.

kemudian tidak lama kemudian saya dan dia putus dari pacar kita masing2 dan kita jadian (lagi) yeaahh -_-
kita jadian lagi tanggal 8 februari 2010 dan hubungan ini masih mainstream aja -_- dan kalo sekarang pacarannya di lembibel -_- kadang pulang sekolah ke rumah rizka nunggu waktu ke bimbelnya. kadang kerumah dia numpang sholat. yaudah gitu2 doang -_-" kalo main pun aku tetep ogah berdua (malu adalah nmor 1) maka kalo main kita mesti bareng2 temen yang lain.
13 Februari 2010 ketika ulang tahun dia, saya sempat menghadiahi dia novel berjudul "Refrain" yang saya nggak tau sama sekali isinya tentang apa -_- dan perlu kalian tau jargonnya di novel adalah "Ketika cinta selalu pulang.." dan isinya ternyata tentang serang gadis dan laki-laki yang bersahabat sejak kecil yang akhirnya menjadi 'lebih' dari sahabat. ini novel keramat ._. (?)
dan kalian tau yg masih nyebelin apa? dia, masih deket yang kebangetan kalo sama temen temen ceweknya yang segudang. saya benar2 marah, sedih, dan frustasi.

kemudian kami masuk ke jenjang SMA. komunikasi kami semakin meburuk. ketika MOS kita benr2 lose contact berhari-hari dan itu membuat saya ketika itu berfikir bahwa "Iya saya tau kamu punya banyak temen yang bisa nemenin hari-hari kamu. saya tau saya tidak lagi penting dan saya tau sepertinya saya harus mengakhiri ini lagi karena saya sendiri sudah muak dengan semua perlakuan anda"
kemudian kami putus.

dan kami bnar-benar lose contact. saya sudah tidak pernah menghubunginya lagi begitupun dia. saya tau saya sakit tapi saya lebih sakit jika saya tetap melanjutkan hubungan. karena saya hanya bisa menyakiti. saya pikir dia berhak mendapatkan perempuan yang memang bersungguh2 ingin membutnya bahagia. bukan seperti saya.

kami melanjutkan hidup kami masing2. dengan segala perkara cinta kami masing2. jujur saja, saya sangat ingin berbagi cerita dengannya ketika masa-masa itu. tapi saya tau saya harus menjauh. saya merasa dia sudah tidak sudi berteman dengan saya lagi :') dia sudah bahagia bersama pilihannya dan bukan waktunya lagi saya membuat api di hidupnya.

hampir setiap hari saya ingin mengirim pesan singkat. tapi, semua saya urungkan.
hampir setiap saya ingin menangis berharap seseorang sudi mendengarkan saya, saya hanya bisa memandangi namanya di layar hp saya.
karena saya tau dia adalah satu-satunya orang yang pasti mau meluangkan waktu untuk mendengarkan temannya bercerita. dan saya tau saya akan di dengarkan. tapi saya lebih sering bungkam dan semua tidak berjalan dengan baik.

ya. saya mengalami beberapa kali hubungan yang sulit semenjak perpisahan knyol itu. saya ingat dia pernah mengajak saya berpacaran lagi. tapi saya sudah jadian sama orang lain ._.
dan pada hubungan saya yang terakhir, saya tau saya tidak bisa terus menerus bungkam. dan, saya kembali menyuarakan certa saya dengannya. hubungan yang benar-benar menyakiti batin saya dan mebuat dia (teman laki-laki) saya marah terhadap pacar saya.
kembali untuk kesekian kalinya sama mengakhiri hubungan saya dan pacar saya.

dan kami dekat kembali.
dan singkatnya, dia mengajak saya berpacaran lagi.
tapi. begitu banyak keadaan fluktuasi disini. saya tau dia masih ragu dengan perasaan saya. dan saya (jujur) sangat menghindari peluang menyakiti dia lagi. selain itu,  kami sudah duduk di bangku kelas 12 dan itu pasti akan sangat disibukkan dengan les try out praktikum dsb yang sangat menyita waktu. saya khawatir masalah kmunikasi lagi yang akan merusak hubungan kami.

dan, hubungan kami berjalan begitu saja.
tanpa ikatan pacar. ya, kami memang berikatan namun kami tidak mengikat. kami membuat aturan untuk diri kami masing2. sehingga kami bisa tetap menjadi diri kami sendiri. prses hubungan absurd ini pun berjalan tidak semulus bayangan. beberapa fluktuasi dan keadaan itu membawa kita kembali ke masa-masa dimana kita sangat egois dan masing-masing dari kami mengevaluasi diri sendiri, dan itu progres selangkah lebih memperjelas perasaan masing2.

dan kami membuat kesepakatan. kesepakatan apa? ya kita balikan tapi nggak pacaran :p karena saya nggak mau ada acara penembakan penembakan yang akan membawa hubungan kearah melankolis. saya sudah terlalu bosan dengan itu -_-
kami menyisir satu-satu permasalahan yang pernah terjadi diantara kami dan membuat solusi bersama. juga membuat kemungkinan masalah yang timbul untuk kedepannya, dan mengantisipasinya.
ya memang di awal hubungan masih adaptasi (lagi) dan beberapa kali miss kmunikasi.
di awal hubungan (bahkan mungkin masih agak sampe sekarang) saya belum bisa mengganti image dia di mindset saya sebagai pembribik dan laki-laki yg sangat loyal dengan teman-teman wanitanya -_-v (maaf) sepertinya image ini terlalu kuat di midset saya..
ya.. simpelnya, hubungan kami sekarang lebih rasional :)

bukan perasaan menggebu2. bukan pernyataan cinta yang diucapkan berkali-kali.. bukan mengagungkan romantisme. bukan melankolis. bukan. kami sudah saling kenal. kami sudah bukan waktunya seperti itu.

dimataku, kita saling belajar mengerti satu sama lain dengan cara yang lebih baik.
belajar lebih mempercayai satu sama lain.
belajar menerjemahkan tindakan daripada kata-kata sayang berulang-ulang.

kami.. hanya belajar jujur dengan diri kami masing masing. tentang perasaan kami. tentang rumah kami. dimana kami bisa menelanjangi perasaan kami disana.

cinta itu irasional. tapi cinta itu bisa jadi rasional. ketika kita menggabungkan antara logika, perasaan, dan realitas. kita bisa kehilangan salah satu dari itu. tapi aku nggak mau kita kehilangan salah satu dari itu.

dia, dengan segala kekurangannya, saya tau dia akan membahagiakan saya.
saya, dengan seluruh kesalahan saya, berusaha bersikap sebaik-baiknya untuk tidak lagi mencederai hatinya.

saya tau di hatinya pernah singgah banyak wanita.
tapi akhirnya, waktu menjelaskan kepada saya kepada siapa hatinya benar-benar terrenggut.

saya tau di benaknya ada sekian memori bersama wanita lain yang pernah menjadi bagian riwayat hidupnya.
tapi saya menghargai itu selama saya tidak tau, supaya saya tidak perlu menyakiti diri sendiri dengan membayangkan hal itu terjadi di depan mata saya.

saya tau dia mempunyai idola wanita yang sangat dikaguminya.
tapi saya tau saya tidak perlu menjadi orang lain lagi.

dan apapun keadaan yang terjadi dengan hubungan kami kedepan, saya tidak terlalu ambil pusing memikirkan itu. karena semesta keren :) Allah saya keren. Dia-lah Maha Pengatur dan saya tidak perlu mencemaskan apa2 untuk masa depan saya selama hari ini saya melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan sekarang :)

dia dan saya sama sama manusia yang jauh dari sempurna. tetapi saya yakin bahwa kami bisa menjadi manusia yang lebih baik.


Sekian .. :)

new past