Hamba Pendosa
Sunday, July 28, 2013, ϟ 0 shout(s)



Mungkin semua kekurang beruntungan saya ini disebabkan oleh dosa-dosa yang terus saya lakukan tanpa niatan menguranginya.

Saya tersesat. Saya hilang. Saya seperti tidak bernyawa. Saya seperti tidak punya gairah hidup. Saya merasa sedang dalam masa keterpurukan. Saya seperti tidak punya identitas. Saya kehilangan akses kemana saja yang seharusnya saya bisa.

Mempunyai segudang masalah menurut saya lebih baik daripada hidup tanpa gairah seperti ini. Mempunyai masalah berarti ada yg harus dilakukan, yaitu menyelesaikannya. Dan setelah itu biasanya ada yang berkembang dalam pikiran kita. Ya, sebenarnya hidup seperti ini juga merupakan masalah bukan? Ya, Tuhan sedang ingin bercanda. Bermain teka teki. Menguji saya apakah saya bisa mencari takdir saya tanpa pintu seperti ini. Jujur saja ini tidak lucu.
Saya tidak mengenal diri saya, apa yang saya inginkan dalam hidup saya sekarang. Saya seperti manusia usang. Saya benar-benar merasa saya bukan apa-apa dan siapa-siapa. Semua seolah-olah hilang. Diambil-Nya satu-satu.
Am I a dancer? Saya nggak berfikiran demikian. Saya hanya bisa sedikit menari. Buktinya sekarang, saya mengulangi dari 0. Iam losing my existency. Vakum 1th benar-benar mengubah semuanya. I understand. That is entertain world. When u can’t keep your existency, the other will move ur space. Saya mau sabar. Saya mau ngulangin. Makanya saya masuk sanggar lagi. Saya benar-benar nggak mau, Tuhan mengambil kemampuan saya ini.
Mungkin saya harus berbagi. Agar ilmu yang di titip kan Tuhan ke saya, nggak Cuma berhenti di saya. Saya mau anugerah ini saya bagi-bagi. Eksistensi atau apalah yang dulu saya kejar, sekarang berubah haluan. Sekarang, gimana saya bisa transfer kesenangan bergerak ini kepada orang lain. Saya pengen orang lain bisa ikut senang hanya dengan bergerak.
Kembali pada lingkaran hitam.
Dulu, ketika saya berada pada masa kejayaan, oh how amazing iam. Saya seorang yang penuh bakat dan prestasi. Selalu ada target hidup yg selalu tercapai. Semua orang menyukai saya. Semua berharap banyak pada saya. Semua membantu saya. Semua berdoa untuk saya. Semua memerebutkan saya. Dan percaya diri saya timbul sangat tinggi ketika itu. Dan satu lagi, saat itu saya adalah seorang yang taat. Sekali lagi, saya seorang yang taat.
Rentang waktu itu, benar-benar merubah diri saya. Saya mencoba apa yg belum pernah saya cba. Merasakan yang tidak pernah saya rasakan. Menutupi segala eksperimen hidup baru dengan kebohongan-kebohongan. Dan eksperimen hidup itu menjerumuskan saya melakukan perbuatan dosa. Mungkin ini yang saya unduh dari semua itu. Kehancuran. Tak ada pertolongan untu pendosa seperti saya.
Beberapa kali saya menyadari dan merubah pola hidup saya.
Dan Tuhan terus mengulurkan tangannya.
Dan sekian kali juga saya lalai menjabat tangan Tuhan.
Dan mendosa lagi.
Menyesal lagi.
Mendosa lagi.
Di hantui lagi.

Ya Tuhan saya benar-benar kehilangan diri saya sendiri !
Seperti ada mendung gelap diatas kepala saya yang setiap hari bertambah hitam dan gumpalannya semakin besar. Menunggu untuk saya sibak.

new past